Wujudkan Konservasi Air

Wujudkan Konservasi Air
Pembangunan Embung Serut masih berjalan
Sleman – Kekurangan air merupakan momok mengerikan bagi masyarakat di wilayah yang sering dilanda musim kekeringan. Upaya penanggulangan krisis air menjadi perhatian utama Pemerintah Daerah Sleman dan Pemerintah Daerah Gunungkidul.
Pembangunan Embung Serut melibatkan kerjasama antara Pemerintah Daerah Sleman dan Gunungkidul dengan Kementrian Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.
Lurah Desa Gayamharjo Sugiyanto mengatakan pembangunan Embung Serut mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat Serut dan Kalinongko kidul sekitarnya. Hal ini bisa menambah penghasilan masyarakat.

Namun hal paling utama adalah pemeliharaan kelestarian air agar Embung Serut menjadi tempat penampungan air ketika musim kemarau tiba. Dengan begitu masyarakat tidak perlu khwatir terhadap kekeringan.
Pembangunan dilaksanakan di antara Dusun Serut dengan Dusun Kalinongko Kidul, perbatasan Sleman dan Gunungkidul. Pembangunan Embung ini dikerjakan mulai awal Juli hingga kini masih berjalan, direncanakan Desember 2011 selesai, “ ujar Widodo selaku Pengawas Lapangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, pada Kamis (13/10).
“Biaya pembangunan Embung ini menggunakan dana APBN 2011 sebesar 2 M,” terangnya. Dari anggaran tersebut diharapkan mampu segera menyelesaikan pembangunan Embung Serut ini dengan kualitas dan mutu yang bagus.
Cara kerja Embung ini seperti kinerja bendungan sebagai tempat penampungan air sungai maupun air hujan. Untuk menghadapi musim penghujan Desember mendatang diharap Embung Serut ini sudah bisa dimanfaatkan bagi masyarakat.
“Dengan adanya Embung ini secara geografis bisa menaikkan muka air tanah sehingga dapat terwujud konservasi air yang kelestariannya mampu membuat air tanah terjaga dari kerusakan dan tanah menjadi subur dan pohon-pohonan hijau kembali,” ujar lelaki asal Wonosari tersebut.
Pelaksana Operasional Lapangan Ngatman mengatakan untuk urusan bahan material seperti semen, besi, pasir dan batu masih mencukupi sampai bulan Desember mendatang.
“Dengan melibatkan sekitar 100 orang sudah termasuk tukang batu, tukang plester semen, alat bego, kami akan segera menyelesaikan,” terangnya.
Meskipun jalanan memasuki area pembangunan Embung ini berliku-liku dan jalanan yang rusak tidak membuat pembangunan terganggu, tranportasi bahan material masih terus berjalan meskipun memakan waktu.
Pembangunan Embung Serut ini adalah salah satu cara untuk mengatasi sekaligus mengantisipasi krisis air akibat kekeringan di musim kemarau. Dengan begitu masyarakat juga tidak perlu cemas akan kebutuhan air dan tanaman mereka yang sebagian besar bermatapencaharian di bidang pertanian.
(Syaiful Hermawan/ c11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s