Wujudkan Desa Wisata

Wujudkan Desa Wisata
Rumah “Teletubbies” Perlu Revitalisasi
Prambanan – Sudah lima tahun setelah relokasi pasca Gempa Jogja 27 Mei 2006 silam, Dusun Sengir kampung Ngelepen, Desa Sumberharjo mengalami perubahan. Desa tersebut mengelola fasilitas yang ada menjadi desa wisata.
Pengelola Desa Wisata Dome Sulasmono mengatakan awalnya rumah “Teletubbies” ini hanya untuk hunian tempat tinggal saja namun melihat peluang yang ada, maka pihak pengelola berusaha memajukan kawasan rumah Dome tersebut
“Desa Wisata Dome ini telah dikukuhkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman awal 2011 kemarin di Brayut yang juga salah satu desa wisata juga,” terang pria lulusan SMK 1 Dlingo tersebut.
Menurut Kepala Dukuh, Hermanto mengatakan desa wisata ini perlu didukung kesadaran semua masyarakat Sengir agar mampu menajga dan merawat aset wisata ini. “Saya mendukung pengelolaan rumah Dome ini dijadikan desa wisata, agar perekonomian masyarakat sekitar terangkat,” ujarnya kepada Radar Jogja.

Dari Pemkab Sleman dalam program PNPM mandiri mendukung desa wisata tersebut dengan dana 65 juta rupiah digelontorkan bulan Juli lalu. Dana tersebut untuk membangun kolam, WC umum, Playground, Gazebo, Outbound. Homestay. Karcis masuk desa wisata ini Rp 2000,-
Selain itu juga terdapat ada kesenian terkenal dibawakan yaitu Ronda Thekthek, Badut teletubbies, perbulan pengunjung mencapai 500 orang.
Kedepan kalau mendapat PNPM lagi untuk membuat sekretariat dan gedung serba guna untuk tempat pentas seni. plangisasi, ketrampilan, kerajinan bordir kain, makanan stick bonggol pisang, emping garut, wedang udak serih. Pendapatan kalau musim ramai hingga mencapai 2 juta perbulan.
Tiga kelebihan Rumah Dome ini meliputi tahan gempa, tahan badai, dan tahan kebakaran. Fasilitas umum seperti mushola diameter 9 m x 4 m, rumah Dome ukuran 7 m x 4,5 m, Aula diam 9 m x 4 m, rumah kesehatan 7 m x 4.5 m , 6 unit MCK dengan perunit ada 8 kamar mandi Ukuran 7m x 4,5 m.
“Di sini terdapat 71 rumah dibagi menajdi 6 blok A –F, masing-masing blok terdiri 12 KK,” terang Sulasmono.
“ Rumah Dome belum ada kerusakan, tahan panas,” ujar salah satu warga bernama Siti Jazimah.
“Lingkungan di sini juga aman, barang dagangan ditinggal tak ada kasus pencurian,” tambahnya selaku pedagang di desa wisata tersebut.
“Sehingga kalau sudah ada modal bisa diperbesar warungnya sehingga ketika pengunjung meningkat maka kebutuhan konsumsi mudah disediakan,” terangnya kepada Radar Jogja.
Untuk mendapat tambahan pendapatan, warga berinisiatif mengadakan jimpitan beras diganti dengan uang 500,- Warga di desa wisata ini ada 60 KK dengan jumlah 500 jiwa. Diharapkan dengan bantuan warga mampu menambah fasilitas desa wisata.
“Langkah ke depan desa wisata ini bisa untuk kawasan Agrowisata,” ujar Sulasmono.
“Harapan warga kepada Pemkab Sleman, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dana untuk penghijauan dan lebih asri,” tambahnya.
Aset Dome, atau adalah rumahnya sendiri karena bentuknya yang unik seperti setengah lingkaran, dengan begitu pemkab diharap memperhatikan agar desa wisata ini ke depan mampu menarik pengunjung lebih maksimal.
Syaiful Hermawan/ c11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s