Usulkan Tiga Unit lagi : Percepat Pendataan Warga

Usulkan Tiga Unit lagi
Percepat Pendataan Warga
Kalasan – Pagi itu berderet di kursi tunggu, warga Sidokerto, Purwomartani mengantri menunggu pendaftaran E-KTP di Kecamatan Kalasan pada Selasa (18/10). Terlihat di ruangan, beberapa operator sedang mendata warga. Operator terdiri atas empat orang, Gunardi, Puji Atmoko., Gusnav Faifan, dan Sri Indiyah Indit. Di Kecamatan Kalasan tersebut terdapat dua unit alat perekam E-KTP.
Target perhari mencapai 216 jiwa. Dimulai pukul 07.30 sampai 17.30 WIB dari hari Senin hingga Sabtu proses pendataan E-KTP terus berlanjut. Proses perekaman E-KTP dimulai dari proses identifikasi biodata pribadi, pas foto, tanda tangan elektrik, sidik jari (finger print), iris mata (iris scanner).
Staff pelayanan umum Kecamatan Kalasan Gunardi mengatakan ujicoba alat perekaman E-KTP ini sudah sejak ( 19/9) lalu sampai (30/9) tercatat 320 jiwa terdaftar E-KTP.
“Sampai hari ini warga yang tercatat didata base E-KTP mencapai 2.533 jiwa,” terangnya selaku Operator Alat Perekaman E-KTP tersebut.

Meskipun daftar undangan wajib E- KTP untuk seluruh warga kecamatan Kalasan yang mencapai 68.469 jiwa. Namun dilihat dari jumlah operator dan peralatan perekam E-KTP tersebut maka terdapat target untuk dicapai di akhir 2011 mendatang.
“Maksimal sampai akhir 2011 nanti kami menargetkan 14.472 jiwa untuk didata dalam E-KTP ini,” ujar Gunardi yang juga warga Geneng, Tirtomartamni tersebut.
Sementara itu, Kasi Pelayanan Umum Susiloningsih mengatakan pelayanan sampai saat ini lancar, namun diharap dari pusat dapat menambah alat perekam E-KTP 3 unit lagi menjadi 5 unit karena untuk mempermudah kinerja operator dan mempercepat pendataan warga,” terangnya.
Kepala Dukuh Sidokerto, Purwomartani Tumandang mengatakan warga Sidokerto hari ini melaksanakan pendataan E-KTP , dengan wajib E-KTP 2289 jiwa . Namun yang sudah didata 500 jiwa lebih.
Pasalnya warga Sidokerto terdiri dari dua elemen pedusunan dan warga perumahan. Mobilisasi warga pedusunan lebih mudah dan angka pendataan lebih tinggi, sedangkan warga perumahan datangnya terlambat dan mungkin karena kesibukan warga tersebut jadi pendaftaran agak terhambat.
“Saya berharap warga pedusunan maupun perumahan SIdokerto sampai dengan 24 Oktober besok sudahbisa tercover masuk database E-KTP ini, karena sebelumnya banyak terindikasi KTP fiktif dari 2003 -2005,” tambah Tumandang kepada Radar Jogja.
“Dengan adanya pendataan E-KTP ini dimungkinkan tidak akan ada lagi KTP fiktif apalagi KTP ganda, jadi satu orang harus punya satu identitas kependudukan saja,” tambahnya.
Proses pendataan E-KTP maksimal 5-10 menit, namun tergantung usia juga, jika ada warga yang lansia, biasanya lebih dari 10 menit.
Meski sudah memasuki waktu dua minggu , sejak masa uji coba tersebut, operator sudah biasa dengan peralatan rekam E-KTP ini, dan tidak ada persoalan dalam penggunaannya. “Koneksi GPS tetap terkondusif, namun kadang jaringan eror yang membuat nggak konek,” ujar Gunardi. “Namun kendala tersebut tidak menghambat pendataan E-KTP ini dan data base tersimpan aman,” tambahnya.
“Untuk jadi pencetakan E-KTP ini, kami masih menunggu dari pusat,” ujar Gunardi sembari mendata salah satu warga. Padahal ada sekitar 197 kabupaten se Indonesia, jadi untuk jadinya E-KTP ini menunggu perkembangan dari Pusat Depdagri Administrasi Kependudukan (Admindup).

Syaiful Hermawan/ c11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s