Petani Gayamharjo Mulai Menanam Padi

Petani Gayamharjo Mulai Menanam Padi
PRAMBANAN – Musim penghujan yang datang kali ini dimanfaatkan masyarakat Desa Gayamharjo dan sekitarnya dengan mulai menanam padi gogo rancah. Sistem padi gogo rancah ini cocok untuk persawahan di area perbukitan seperti di Gayamharjo tersebut karena bisa ditanam meskipun airnya masih minim.
“Sebagian besar masyarakatnya menanam padi varian Situbagendit, Ciherang dan 64,” terang Sugiyanto selaku Kepala Desa pada kemarin (2/11). Selain itu di ladang ditanam berbagai tanaman palawija yakni jagung kuning jenis P11, tales, garut, singkong.
“Bibit padi ini masyarakat mendapat dari kelompok tani bantuan dari pemerintah daerah sebanyak 7,5 ton bibit padi untuk 1473 KK yang tersebar di Desa Gayamharjo ini,” ujarnya kepada Radar Jogja.

Salah satu kelompok tani di Desa Gayamharjo, Dusun Nawung kelompok “Sedyo Maju” yang diketuai Wakidi mengatakan kelompok tani Nawung sudah memulai menanam padi sejak turun hujan pertama senin kemarin.
“Kami telah menanam mulai minggu lalu, setiap hektar dibagi 25 kg bibit, jadi seluas 25 hektar mendapat 625 kg,” ujarnya. “Hal itu sudah direalisasikan ke warga Nawung khususnya, warga yang tergabung dalam kelompok tersebut cukup membayar Rp 1000 bibit perkgnya untuk masuk kas kelompok, biar ada pemasukan kas kelompok tani” tambahnya.
“ Selain mengandalkan musim hujan kami juga waspada terhadap hama wereng yang pada musim panen lalu pernah menyerang dusun Nawung ini, diharap tahun ini panen padi tanpa wereng,” terang Wakidi kepada Radar Jogja.
Sistem penanaman padi di area perbukitan berbeda dengan di area dataran rendah. Ada dua sistem yang dipakai yakni sistem langsung sebar, dan sistem Ngipuk. Sistem Langsung sebar ketika lahannya terkena air sudah bisa langsung disebar ke seluruh area lahan pertanian. Namun hal itu bisa tumbuh bibitnya jika hujan turun ajeg kalau tidak maka bibit akan mati.
Sistem lainnya Ngipuk yakni sebagian lahan disebar benih, nanti disiram air sumur, menunggu tumbuh lalu setelah cukup umur 25 hari baru di ndaud, lalu ditanam. Namun itu pun ada kendala jika bibit sudah cukup umur hujan masih tersendat-sendat maka pertumbuhannya tidak bagus. “Maka dari itu di perbukitan sini tetap mengandalkan air hujan untuk sistem pengairan tanaman padi kami,” ujar Kades Sugiyanto.
“Sementara itu di ladang yang akan ditanami jagung mendapat bantuan dari pemerintah daerah segera menyusul yakni jagung 1 kelompok kebagian 10 ha, perhektar 15 kg jadi mendapat 150 kg jagung dikalikan 12 kelompok di desa Gayamharjo, total seluruhnya 1, 6 ton,” ujar Sugiyanto. “Namun tetap kelompok tani membayar Rp 2000 perkg untuk kas kelompok,” tambahnya kepada Radar Jogja.
Selain bibit padi dan jagung, untuk pupuk juga mendapat bantuan dari PPL Dinas Pertanian Sleman yakni penyuluhan pupuk sekolah lapang sebagai percontohan di desa Gayam Harjo tepatnya di dusun Nawung disubsidi untuk 25 hektar, Pupuk Urea sebanyak 100 kg, Za dan pupuk Organik 2 kuintal, selain itu dari penduduk yang sebagian besar juga peternak sapi dan kambing mampu menghasilkan pupuk kandang sendiri.
“ Musim hujan ini berkah bagi kami, semoga tidak terputus–putus, sehingga kami bisa panen raya lagi,” ungkap Wakidi.

Syaiful Hermawan / c11

One response to “Petani Gayamharjo Mulai Menanam Padi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s