Musim Kemarau Petani Tembakau Bernapas Lega

Musim Kemarau Petani Tembakau Bernapas Lega
Klaten – Daerah kawasan Prambanan Klaten terkenal dengan aroma tembakaunya. Bagaimana tidak, sejauh mata memandang di areal persawahan, kita disuguhi pemandangan tanaman tembakau. Di tepi jalannya terlihat rajangan tembakau yang sedang dijemur.
Kamis (6/10) Salah satu pemandangan tembakau tersebut terdapat di Dusun Jarakan, Kokosan, Prambanan Klaten. Pasalnya banyak ibu-ibu sedang melakukan proses perajangan tembakau di sebuah rumah yang tak jauh dari areal persawahan tembakau tersebut.
Menurut pengakuan seorang petani tembakau di dusun tersebut, Bambang mengatakan,” tanah yang kering kenthel tidak berkadar air banyak cocok untuk ditanami tembakau,” terangnya yang memulai bertani tembakau ini secara turun temurun.

Musim kemarau seperti sekarang ini memang memberi hikmah tersendiri terhadap para petani tembakau. Dari proses pembibitan benih yang dikerjakan sendiri selama 1 bulan selanjutnya memasuki proses tanam hingga panen selama 3 bulan.
“ Hal yang membedakan tembakau bagus dan tidak adalah pada rupa berwarna hitam kerkelan, aroma rasa harum,” terang Bambang.
“Di Dusun Jarakan ini kebanyakan petani tembakau menanam tembakau jenis Blegon 99,” tambah Bambang.
Adapun jenis lainnya tembakau jenis Vertilla. Hal itu disebabkan jenis Blegon 99 terkenal akan kualitas tembakau yang bagus dan harga relatif tinggi. Di pedusunan ini mayoritas menggunakan jenis Blegon 99, namun ada juga yang memilih jenis Vertilla terkandung kebutuhan masing-masing petani.
Pupuk yang digunakan adalah pupuk ZA. Hal itu dikarenakan kandungan pupuk ZA cocok untuk lahan tanah kering, tidak berkadar air banyak. Tanah tersebut tepat untuk pertumbuhan tembakau jenis apasaja termasuk Blegon 99.
Pada proses pembibitan benih tembakau, bibit dipilih yang baik, utuh bijinya. Petani tembakau yang tidak membuat pembibitan sendiri harus membeli dari penjual bibit. Per biji dijual 50,- sehingga jika 1 patok berisi 3500 biji maka petani merogoh kocek berkisar 175.000,- per patok.
Hal itulah yang membuat proses penanaman benih di sawah agak lama karena butuh 1 bulan untuk menanam biji tersebut satu persatu.
Tak seperti tahun kemarin yang petani tembakau terpaksa gigit jari karena gagal panen akibat cuaca tak mendukung, hal itulah kenapa rintangan utama petani tembakau adalah musim penghujan yang sangat tidak cocok untuk pertumbuhan tanaman tembakau.
“ Tahun kemarin saya malah tidak memanen tembakau sama sekali, alias rugi karena musim penghujan datang tiba-tiba tidak seperti biasanya membuat tembakau berbau wengur dan kondisi rusak di persawahan ,” terang Bambang selaku petani tembakau sekaligus sebagai penjualnya.
“ Namun pada tahun ini, tembakau siap dipanen dengan kualitas bagus,” tambahnya.
Proses panennya memakan waktu sekitar 2-3 bulan bila musim kemarau seperti sekarang ini kian bagus untuk proses perajangan dan penjemurannya. Tembakau jenis Blegon 99 dari paling bawah daun tembakau Seri A hingga Seri D+ ke atas menunjukkan semakin bagus kualitas tembakau.
Secara otomatis, musim kemarau sekarang ini mampu memberi napas lega terhadap petani tembakau karena dengan tembakau yang dipanen kualitas bagus, hal itu akan mendapat keuntungan yang menggiurkan. Tak mengherankan petani tembakau memilih usaha pertanian tembakau ini karena melirik pasar tembakau yang berdaya saing positif profitable.
Bisa dibayangkan, jika 1 kg tembakau kering sudah layak jual mencapai harga berkisar 200.000,- bahkan bisa lebih jika seri Tembakau mencapai seri D+ ke atas. Hal itu akan meningkatkan profit bagi masyarakat Jarakan dan wilayah Prambanan Klaten sekitarnya. Sehingga laju perekonomian masyarakatnya akan meningkat pesat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s