Ciptakan Kawasan Minapolitan

Ciptakan Kawasan Minapolitan

Berbah – Ikan adalah sumber protein hewani yang berpotensi gizi tinggi bagi tubuh. Tak salah jika masyarakat menjadikan menu lauk ikan untuk makanan sehari-hari. Dilihat dari ekonomi, menguntungkan terbukti dari pedagang pecel lele hingga restoran mencari agen penyuplai ikan jenis air tawar, belum lagi untuk ikan hias akuarium, keberadaan masih dicari penggemar ikan tersebut.
Hal inilah yang melatarbelakangi Camat Berbah Krido Suprayitno untuk mengubah Berbah menjadi kawasan minapolitan. Camat Berbah Krido mengatakan melalui program Perencanaan Pembangunan Desa, sektor perekonomian desa dibangun menurut karakteristiknya. Minapolitan ini tumbuh di pedesaan menjadi pertumbuhan ekonomi yang sentral. “Keberadaan Minapolitian di desa tidak perlu disamakan seperti perkotaan,” terangnya pada kemarin (26/10). Karakter pedesaan yang murah air, membuat kawasan Berbah cocok untuk budidaya perikanan.
Untuk mewujudkan hal itu, kecamatan Berbah membangun outlet pasar ikan yang berada di Jalan Wonosari, dusun Dawukan, Sendangtirto Berbah. Tujuannya adalah untuk memusatkan kegiatan pemasaran. Koordinasi tersebut dilakukan oleh Forum Minapolitan Kecamatan Berbah.

Outlet pasar ikan tersebut sebagai pasokan pasar minapolitian. Pembannguan sudah bergulir dari September kemarin, dan pembanguan tahap pertama akan selesai Desember mendatang sudah bisa dipakai pengelolaan ikan.
Baru dilanjutkan pembangunan Tahap kedua dan ketiga, sarana prasana outlet pasar ikan tersebut akan menjadi ajang promosi bahwa ikan di Berbah termasuk kawasan minapolitian yang tidak hanya memproduksi saja namun juga bisa berdaya saing menghasilkan produk dengan nilai tambah sesuai dengan pasar.
Ikan yang diproduksi di Berbah meliputi udang galah, ikan gurameh, lele, nila, bawal dan arwana.
“Konsep riilnya bahwa petani ikan di Berbah ini mampu penjadi pengusaha di tanahnya sendiri,” ujarnya Krido Prayitno.
Sehingga hal itu diperlukan inovasi dan kreatifitas dari petani ikan tersebut. Dan kecamatan Berbah mendorong penuh bahwa petani ikannya agar bisa maju dan berdaya jual tinggi.
“Proses pendanaan perikanan selama ini dari 2009 hingga kini di kecamatan Berbah ini mencapai Rp 5 Milyard ,” tambahnya. Dana digunakan untuk mengelola benih ikan, dan pembesaran.
Dalam meningkatkan daya saing produk perikanan inilah dibangun sarana dan prasarana fisik yang pada tahap pertama menelan biaya sebesar Rp 320 juta. Pemasaran perikanan harus memiliki standarsiasi yakni meliputi harga, mutu, jumlah ikan dan waktu.
“Dengan begitu jika Desember selesai, segera digunakan untuk dikelola,” ujar Krido.
“Dan mampu menjadi pusat lelang pasar ikan se-DIY yang sebelumnya belum ada,” tambahnya
Luas lahan pasar ikan tersebut seluas 1870, 6 meter persegi, Dengan rata-rata pembanguan tahap pertama dikerjakan seluas 624,21 m persegi, tahap kedua akan dikerjakan 648, 02 meter persegi, dan tahap ketiga dikerjakan 597,44 meter persegi. Namun proses pengerjaan sampai akhir 2011 ini akan diselesaiankan tahap pertama, hal tersebut akan dipakai untuk pemasaran ikan. Tahap kedua dan ketiga akan direalisasikan 2012 mendatang. Dan sudah dalam proses perencanaan.
Hal ini mampu menarik warga untuk meningkatkan ekonomi dengan adanya pendirian tersebut mampu mengundang pembeli dari dalam maupun luar wilayah Berbah. “Sehingga dengan sendirinya Minapolitan ini bukan hanya slogan semata namun bisa diciptakan dan bisa dirasakan manfaatnya untuk semua pihak,” ujar Krido kepada Radar Jogja.

Syaiful Hermawan /c11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s