Dropping Air Masih Dilanjutkan

Dropping Air Masih Dilanjutkan
PRAMBANAN – Meskipun hujan sudah turun belakangan ini, namun hal itu tidak menghentikan dropping air di wilayah Gayamharjo dan Wukirharjo. Karena melihat struktur tanahnya yang keras dan kering, sumur masih terlihat asat. Kali ini melalui BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) DIY dibantu Kecamatan Prambanan melakukan dropping air di dusun Nawung pada kemarin (01/11).
Dropping air sebanyak 31 tangki air untuk dua desa yakni 20 tangki untuk Gayamharjo, 11 tangki untuk Wukirharjo. Kepala Desa Gayam Harjo Sugiyanto mengatakan dusun Nawung ini kebetulan merupakan dusun yang paling parah dilanda kekeringan di Prambanan ini. “Secara simbolis untuk penyerahan dropping air 2 tangki dipilih di sini, sementara sisanya akan langsung didrop ke tempat penampungan air warga desa Gayamharjo dan Wukirharjo” ujarnya.
Sementara itu Ketua BKOW DIY, Tuti I Loekman Soetrisno mengatakan bantuan tersebut merupakan program pembangunan daerah, seperti penghijauan dan bantuan air bersih. Kegiatan sosial ini sudah menjadi program tiap tahun, setahun sebelumnya difokuskan ke Gunungkidul.
“ Tahun ini kami berikan di sini, karena kemarin kami baca di salah satu Koran bahwa ternyata tempat kita di Sleman ini masih ada yang dilanda kekeringan, jadi secepatnya sebelum musim hujan, kami datang dropping air bersih ini, semoga tidak terlambat,” ujarnya kepada Radar Jogja.

“Untuk 31 tangki menghabiskan total Rp. 3,8 juta, namun hal yang terpenting adalah kepedulian di tempat ini harus lebih mendapat perhatian dari pemerintah daerah, “ tambahnya. “Bila daerah ini, khususnya Gayamharjo dan dusun Nawung sekitarnya ini sudah tradisi kekeringan, karena faktor alam, berarti sudah sepatutnya pemerintah daerah memiliki budget khusus untuk dropping air agar tidak menjadi beban kepada masyarakatnya,” terangnya.
Meskipun sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah membantu masyarakatnya. Namun hal itu tidak menutup mata bagi instansi sosial lainnya untuk menyokong dan membantu masyarakat. Hal yang penting ditumbuhkan adalah rasa kepedulian sosial terhadap sesama. “ Tentu saja kegiatan ini tidak berakhir di sini, karena daerah ini sudah tradisi akan kekeringan, jadi untuk yang akan datang tetap kami prioritaskan di daerah sini, bisa saja di dusun lainnya yang membutuhkan air bersih,” tambah Tuti.
Sekertaris Kecamatan Prambanan Bambang Nur Wiyono kerusakan pada sumur bor telah memicu warga kesulitan mencari air bersih. “ Oleh karena itu kita sudah rapat dengan pengurus Balai Besar Kali Opak-Serayu dengan Dinas ESDM Sleman untuk perbaikan jaringan struktur yang ada di mesin-mesin sumur bor tersebut,” terangnya.
“Diharapkan program perbaikan ini segera direalisasikan dan juga kerjasamanya dengan pengurus OPA (Organisasi Pengguna Air) untuk pemakaian air yang efektif dan perawatan mesin sumur bor ,” tambahnya.
Salah seorang warga Sawiji menyambut antusias diadakannya dropping air ini dengan dua dirigen mengantri bersama warga lainnya. “Pemerintah harus lebih perhatian dan peduli kepada warga yang berada di perbukitan seperti ini, “ terangnya kepada Radar Jogja. Sehari-hari sebelum ada dropping tersebut warga harus mencari air di ladang sawah sejauh dua km. “ Itupun air nya juga agak keruh, kalau tidak, kami harus membeli satu tangki sendiri,” tambahnya.
“Alhamdulillah, dengan bantuan air bersih ini, kami merasa terbantu kali lagi, “ ujarnya sambil menggendong dua dirigen air.
Syaiful Hermawan / c11/jawapos radarjogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s