Tuhan Maha Demokratis

Why, always to do it something is wrong..!

Kenapa apa yang selalu aku lakukan selalu divonis salah ya..
lalu apakah orang lain selalu benar?

Sejauh pengertianku, aku ada aku orang lain memiliki sudut pandang yang berbeda. biarlah itu berjalan secara berirama. Pada dasarnya kita tidak mau diperintah. Apalagi dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya sendiri. masalah apapun dari masalah urusan tetek bengek urusan kebersihan misalnya hingga masalah jodoh, kerja atau lainnya.

tapi aku sadar, life is choice.
hidup itu sebuah pilihan.
kita sendiri yang mengatur, memilih sesuatu yang kita minati, hingga tanpa sadar kita harus melakukan sebuah pemberontakan kepada kita sendiri dan orang lain. Demi sebuah hasrat mantapnya nurani. kita tidak bisa memungkiri hasrat itu. Dunia ini memang luas menurut jaraknya namun sempit dalam pikiran kita masing-masing. kebiasaan-kebiasaan dan rutinitas sehari-hari membuat dunia ini begitu mengecil segenggam tangan kita masing-masing.

Apa yang akan kalian lakukan jika detik ini, kalian merasakan adanya tekanan dari orang lain, terutama ia orang yang paling dekat sekalipun?

Kalau aku ditanya demikian, aku kan menawar, boleh saja semua yang ada di dunia ini mengangkangi tubuhku, memerintah seenak udel mereka, menilai selalu dari kacamata mereka, dan menguasai tubuh ini tuk melakukan segala perintahnya, namun jiwa dan rasaku tak bisa kalian tentang, tak bisa kalian beli, tak bisa kalian perintah, tak bisa kalian kangkangi, tak bisa kalian paksa, dan tak bisa kalian perkosa, karena Tuhanku dan diriku setali tiga uang untuk membebaskan dari semua tekanan. Aku teringat kepada Iblis sangat disuruh Tuhan untuk sujud kepada Adam, namun Iblis memberontak enggan bersujud, dan ia di usir dari kemewahan surga. Dari situ kita tarik benang merah satu-satunya yang pertama kali membebaskan rasa keberanian adalah Tuhan, dan Tuhan telah mengajarkan arti tentang sebuah kebebasan. Tuhan membebaskan Iblis untuk memilih jalur hidupnya, seperti kala malaikat yang memilih tunduk kepada TuhanNya.

Tuhan telah mengajarkan kebebasan yang pertama, yaitu arti dari rasa demokratis dari setiap makhluknya, tentu saja kita tahu konsekuensinya, Tuhan maha pintar. Tuhan memberi jalan ke manapun kita melangkah, dan tak keluar dari hukum kausalitas, sebab yang baik akan berakibat baik, dan begitu sebaliknya, sebab buruk berakibat buruk pula…

Subhanallah, Eli-eli Sabaktani…
Sesungguhnya Allah, Tuhan maha Demokratis

Ya TUhan,,jadikan setiap jalan yang penuh tekanan ini menuju jalan kebebasanku demi DiriMu..

Amin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s