Tips menghafal Al Qur’an untuk anak


Sudah menjadi kewajiban umat islam di seluruh penjuru dunia untuk memahami isi kandungan kitab Al Qur’an kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Al Qur’an yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril merupakan ayat-ayat penuntun dalam meraih kehidupan dunia sekaligus akhirat. Itu sebabnya Al Qur’an merupakan mukjizat terbesar dalam sepanjang kehidupan manusia dari Nabi Adam hingga nanti akhir zaman.

Dalam memahami Al Qur’an tidak hanya dengan membacanya saja tetapi harus mengetahui makna dibalik ayat-ayat tersebut. Al Qur’an yang diturunkan dalam bentuk bahasa Arab memang tak begitu awam untuk masyarakat dunia arab sana tetapi untuk masyarakat lainnya yang menggunakan bahasa selain arab, agaknya harus mempelajari terlebih dahulu secara rinci dan hati-hati. Secara umum mempelajari bahasa arab secara otodidak sangat sulit dan membutuhkan waktu lama. Jangankan menghafal untuk membacanya saja agak kerepotan. Untuk itu tak sedikit orang tua yang memasukkan anak-anaknya ke TPA untuk belajar membaca Al Qur’an agar nantinya kelak dewasa bisa membaca Al Qur’an.

Seorang anak bernama Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i berasal dari Teheran, Pakistan telah menggemparkan dunia, dengan meraih gelar doctor Honoris Causa dalam usia 7 tahun. Lelaki cilik itu menerima ijazah doctor dalam bidang “Science of The Retention of The Holy Qur’an.

Keistimewaannya yang mampu menghafal Al Qur’an sekaligus maknanya dalam usia anak-anak patut diacungi jempol. Pasalnya anak-anak usia seperti itu masih jarang yang sanggup menghafal dan mengartikannya dalam bahasa sehari-hari.

Apa resep ampuhnya? Tentu saja peran orang tua paling utama. Karena pendidikan pertama kali di dapat di tengah-tengah kehidupan keluarganya.

Dalam buku ini, penulis ingin memberi pengalamannya saat bersama anaknya mencoba metode menghafal Al qur’an dengan menyenangkan. Nama metode itu adalah metode Rumah Qurani. Di dalam pengajarannya metode ini menggunakan beberapa metode yang cocok untuk perkembangan psikologi anak. Metode tersebut mudah dan menyenangkan karena untuk anak-anak. bermain adalah kata kuncinya. Metode rumah qurani ini cukup efektif dalam penerapannya. Metode-metode belajar yang dikemas dengan permainan membuat minat anak kian termotivasi dalam menghafal dan memahami isi Al Quran.

Cara penulis mengemas praktek metode pepmbelajaran rumah qurani ini memiliki daya pikat tersendiri. Gaya penceritaan naratif membuat pembaca betah membacanya hingga selesai, apalagi ditambah bukti-bukti yang mengguncangkan kita—umat islam. Yang nota bene baru mendengar ada anak sekecil Hussein Tabtaba’i ini mampu meraih gelar doktornya gara-gara mampu menghafal sekaligus memahami Al Qur’an.

Ini betul-betul mukjizat dari Allah, tak salah jika penulis menambahkan dalam bukunya sebagai mukjizat abad 20. ternyata Allah telah menunjukkan tanda-tanda kebesarannya melalui lidah anak kecil yang fasih terhadap Al Qur’an. Tunggu apalagi, miliki buku ini dan bacalah baik-baik semoga kita mendapat manfaat dari semua pengalaman yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s