Sudahkah Indonesia Merdeka?

Sudahkah Indonesia Merdeka?

“Saya tidak akan pernah menerima ‘hak’ apapun ketika saya, anda, rakyat afrika tidak memeiliki kebebasan. Bagi saya kebebasan kita tidak bisa dipisahkan. (Nelson Mandela, pejuang Apartheid Afrika selatan).

Ucapan tersebut merupakan refleksi seorang pejuang apartheid Afrika Selatan yang menginginkan kebebasan atas segala bentuk diskriminasi, penjajahan, dan penindasan terhadap ras tertentu. Pada akhirnya rakyat afrika Selatan bersatu untuk membela kebebasan Afrika Selatan demi hak-hak mereka sebagai manusia. Begitu besar perjuangan mereka telah membuka mata dunia internasional untuk mendukung menghapuskan diskriminasi, penjajahan dan penindasan. Pada dasarnya semua negara memiliki hak untuk merdeka dan bebas dari tekanan bangsa lain begitu pula bangsa kita.

Tidak terasa sudah 66 tahun bangsa Indonesia merdeka, bebas dari belenggu penjajah dan keterbelakangan selama 3,5 abad lamanya dijajah bangsa asing. Pada realitanya sudah 6 dasawarsa kita mengisi kemerdekaan ini dan telah 6 anak bangsa Indonesia yang mencoba memperbaiki kondisi seperti sekarang ini. Tepatnya pada 17 agustus 1945 bangsa kita “berstatus” merdeka. Hingga tiap tahunnya pada hari dan bulan yang sama selama 66 tahun masyarakat kita memeringatinya tak kenal lelah. Dan bermacam aneka kegiatan dilaksanakan dari mulai lomba hingga tirakatan. Semua itu dilaksanakan dalam memeriahkan kelahiran Indonesia merdeka.

Secara fisik, bangsa Indonesia memang telah bebas dari segala bentuk penindasan, namun secara batin, bangsa kita masih tertindas dan tertekan, ironisnya tekanan itu justru datang dari dalam bangsa ini. Mulai dari masalah politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Jika kita tarik benang merah, masalah yang terjadi sekarang ini saling berkaitan satu sama lain.

Pertama, masalah politik. Misalnya isu disterintegrasi bangsa yang terus berkembang di Indonesia. Setelah Aceh dan Papua baru-baru ini, Maluku dengan RMS-nya juga menginginkan merdeka dari Indonesia. Belum lagi isu SARA yang masih meresahkan masyarakat sebagai dalih kepentingan agama, politik golongan tertentu. Merdeka sudah bersatu belum.

Kedua, masalah ekonomi yang begitu komplek di masyarakat kita yaitu kemiskinan dan krisis ekonomi yang tiada henti. Hal tersebut diperparah adanya kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin seperti jurang pemisah yang sangat lebar. Akibatnya tindakan kriminalitas kian meningkat, kasus jambret, premanisme, penipuan, perampokan, bahkan tak sedikit yang berakhir dengan pembunuhan. Hal tersebut jelas meresahkan masyarakat yang menginginkan hidup tentram dan damai. Merdeka sudah sejahtera belum.

Ketiga, masalah sosial budaya. Kalau kita amati bangsa kita seakan budaya nya sendiri telah luntur terbawa arus gobalisasi yang lebih condong kepada budaya ”keasing-asingan”. Padahal jelas bangsa kita baru 66 tahun keluar dari jeratan bangsa asing tetapi kita sebagai generasi penerusnya malah seolah terlena oleh budaya “keasing-asingan” itu dan mulai lupa akan budaya bangsa kita sendiri. Kita seolah digiring oleh mereka dan kita hanya terus mengekor dibelakang mereka.

Hal tersebut jelas terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita, misalnya masalah pergaulan bebas yang tersebar di diskotik, masalah narkoba yang rentan terhadap generasi muda bangsa kita hingga beredarnya majalah Playboy versi Indonesia menjadikan maraknya aksi pornografi dan pornoaksi. Belum lagi masalah korupsi yang ‘meraja lela’ dan tanpa tedeng aling-aling seolah menjadi tradisi bangsa ini. Mau dibawa kearah mana peradaban bangsa kita mendatang. Dimanakah moral kita? Merdeka sudah mandiri belum

Keempat, masalah hankam. Terus merajalelanya teror bom di Indonesia, baru-bari ini bom meledak di Pasuruan Jawa Timur, tawuran antar kelompok suporter sepakbola, penyelundupan kayu-kayu ilegal,. Hal kesemua itu jelas merupakan ‘PR’ bagi semua elemen masyarakat kita khususnya aparat keamanan di negara ini. Seolah aparat kita kecolongan atas tindakan melanggar hukum tersebut. Bagaimana kita bisa mendapatkan hak untuk bebas bila ada kelompok atau golongan tertentu yang memanfaatkan carut marutnya situasi keamanan sebagai dalih mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara. Merdeka sudah Aman belum.

Menurut hemat saya, andil pemerintah dengan dukungan sepenuhnya seluruh rakyat Indonesia sangat penting. Memang dari sederetan permasalah bangsa yang muncul merupakan ujian bagi bangsa ini supaya lebih introspeksi dan memperbaiki diri. Apalagi belum lama bangsa kita diuji banyak peristiwa, mulai tsunami di Aceh, gempa di Yogya dan menjamah deretan ke wilayah lain di Indonesia, banjir Lumpur, Lapindo di sidoarjo. Pelbagai masalah bangsa tersebut tidak boleh dibiarkan atau seakan acuh oleh keadaan, tapi kedepan agar kita bisa lebih efektif menyelesaikannya secara bertahap, step by step. Seperti dalam petikan kitab suci, “Tuhan takkan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu berusaha merubahnya.

Dengan begitu, menjelang peringatan HUT ke 66 Kemerdekaan RI ini alangkah baiknya kita jadikan suatu momentum untuk introspeksi diri dan mawas diri bukan momen saling menyalahkan . Seperti semangat pahlwan kita yang tak kenal putus asa dalam berjuang mengusir penjajah dan terus terngiang pekikan para pahlawan ketika membela tanah air kita. Merdeka atau Mati!

ipung s.a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s