Perempuan Buta dan Tuli Sang Penakluk Dunia

Perempuan Buta dan Tuli Sang Penakluk Dunia

Judul : The story on my life

Penulis : Helen Keller

Penerbit : Kayla Pustaka, Cet I 2010

Tebal : 180 Halaman

Perempuan itu bernama Helen Keller. Lahir pada tanggal 27 Juni 1880 di Tuscumbia. Sebuah kota kecil di barat laut Alabama, Amerika Serikat. Akibat virus yang menyerangnya di usia 19 bulan, sejak itu Helen kehilangan indra penglihatan dan pendengaran selamanya. Meskipun hidup terasa hampa, sepi tanpa bisa melihat dan mendengar namun Helen Keller tak mengenal rasa putus asa. Justru dengan kekurangan tersebut ia memiliki kelebihan di antara anak-anak sebayanya. Mata batinnya yang peka mampu melihat lebih dalam daripada orang pada umumnya. Helen mengungkapkan pada saat inderawi fisik lenyap hanya satu-satunya yang bisa diandalkan yaitu mengolah rasa.

Ia adalah perempuan pertama buta-tuli yang mampu mengguncangkan dunia dengan fakta pada tahun 1900 Helen menjadi mahasiswa buta-tuli pertama yang diterima di Radclife College. Pada akhir Maret 1903 buku the story on my life ini, telah terbit dan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa termasuk Indonesia dan bestseller hingga sekarang. Buku ini termasuk karya otobiografi Helen keler dimana bagian-bagian tulisannya ini mengandung sejarah perjalanan hidupnya Helen Keller yang bergulat dengan mata batinnya dalam mendeskripsikan apa yang dirasakan, apa yang diraba sehingga mampu memahami sifat orang dan kehidupan sekitar dengan mengesankan.

Pada 28 Juni 1904 Helen berhasil meraih gelar sarjana –sesuatu yang belum pernah dicapai oleh orang lain seperti dirinya. Ia memiliki guru pribadi yang sangat peduli dan menyayangi Helen, dia adalah Anne Sullivan yang mengenalkan huruf braile kepada Helen Keller. Sehingga prestasi dan intelektualnya tidak kalah dengan mahasiswa lainnya. Ia juga rajin menjadi pembicara publik, pertama kali pidatonya pada 13 Februari 1913, ia mampu berbicara di depan publik di Montclair, New Jersey. Hingga puncak perjalanan hidupnya yang difilmkan tahun 1955—pada tahun itu juga Helen mendapat Academy Award dengan judul film The Unconquered, sebuah film biografinya.

Helen Keller dalam buku ini mengajak kita untuk bercermin, berintrospeksi diri dan berbagi kisah pengalaman batinnya yang penuh inspiratif. Seolah Helen berteriak pada dunia “ ini aku si buta-tuli yang bisa menaklukkan dunia”. Dunia batinlah yang menginspirasi indra manusia. Ini persis yang dikatakan Helen pada bagian buku ini: “Keindahan matahari terbenam yang dilihat oleh kawanku yang melintasi bukit lembayung memang luar biasa. Namun matahari terbenam di dalam mata batinku membawa suka cita yang lebih murni karena itu merupakan perpaduan dari berbagai keindahan yang kita ketahui dan hasrati” (hal 92). Pengalaman batin tersebut digambarkan Helen secara detail layaknya seorang dokter bedah yang membedah, mengotopsi mayat dengan rinci setiap bagian.

Buku ini merupakan catatan pergulatan batin selama hidupnya dalam kondisi cacat fisik namun ia anggap sebagai suatu mukjizat dari Tuhan dengan mendokumentasikan kenyataan, mimpi, imajinasi dan daya spriritual murni yang dimaknainya menggunakan kata-kata. Hal itulah yang cenderung sering dilupakan –bahkan diacuh tak acuhkan oleh mereka yang konon memiliki fisik sempurna. Tulisan Helen Keller ini sekiranya mampu menjadi hikmah kepada kita agar senantiasa selalu mensyukuri karunia Tuhan yang telah diberi. Meski sebagian orang yang hidup di sekitar kita memiliki cacat fisik, tak seharusnya membuat kita menjadi arogan, antipati. Malahan sebaliknya mampu memberi motivasi hidup agar selalu ada slogan yang selalu hidup di sanubari kita semua,”Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi yang lain”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s