Filosofi kopi


Judul : Filosofi kopi

Penulis : Dewi Lestari

Penerbit : Truee Books & Gagas Media

Terbitan : Cetakan 1, Februari 2006

Tebal : 134 Halaman

Nikmati Hidup Dengan Secangkir Kopi

“Sukses adalah wujud kesempurnaan hidup” adalah motto bagi barista terkenal yang bernama Ben. Dia dan temannya Jody mendirikan semacam kedai kopi “Ben’s Perfecto”. Sehingga usahanya maju pesat. Hal tersebut terbukti karena ramainya pelanggan yang sudi mampir menyruput kopi bikinan Ben. Dan tak ada yang kecewa di wajah mereka. Hanya senyum dan lembaran uang pun tergolek di meja membuat Ben dan Jody merasa telah berhasil menghasilkan uang dari usaha kerja keras sendiri.

Pelanggan yang banyak tersebut kontan membuat keuntungan kedai kopi “Ben’s Perfecto” berlipat ganda. Setiap hari hampir tak ada bangku kosong dan cangkir ngganggur. Yang ada mereka malah seperti kecanduan oleh setiap penemuan baru racikan kopi seorang barista bernama Ben ini. Ia memiliki ambisi yang luar biasanya gila yaitu ingin menemukan lagi cita rasa yang dahsyat dari kopi buatan tangannya. Usaha dan kerja kerasnya semakin menggila ketika ada seorang pebisnis kaya raya yang menantangnya untuk menemukan racikan kopi yang mampu menggerakkan lidah lelaki pebisnis itu sehingga berujar “sempurna”.

Setelah itu tempat biasa untuk meracik kopi Ben menjadi semacam laboratorium khusus barista kopi. Hampir tak ada waktu buat Ben untuk beranjak dari tempatnya meracik kopi sehingga pada hari dimana lelaki pebisnis itu datang, Ben langsung menyediakannya. Sambil dada berdegup kencang ia menduga apakah ia berhasil atau gagal. Menjadi barista nomor satu.

Tanpa basa-basi lelaki pebisnis itu menggoyangkan lidahnya sehingga berujar lantang dan penuh kenikmatan, “sempurna”. Betapa hati Ben bersuka cita karena pujian lelaki itu. Sebagai gantinya cek senilai 50 juta menjadi milik Ben seperti yang dijanjikan lelaki kaya tersebut. Dan sebaliknya dengan tersenyum Ben memberikan secarik kartu kesayangannya berisi kata-kata filosofi yang hingga kini menjadi motivasi bagi dirinya bekerja keras meramu kopi nomor satu sedunia. Kata-kata itu begitu terngiang di benak orang yang akan membacanya “ Sukses adalah wujud kesempurnaan hidup”

Tapi semua itu seakan runtuh seketika. Seorang tua dari desa mmpir ke kedai kopi “Ben’s Perfecto” dan disajikanlah kopi nomor satu racikan Ben. Setelah menyruput kopi itu kesannya membuat hati Bens kian bergejolak penasaran, warna wajah Ben malah berubah. Apa yang membuat Ben menjadi begitu penasaran. Adakah yang salah? kenapa Pak tua itu tidak terperangah akan kopi buatannya. Adakah yang kurang?

Begitulah penulis membuat seolah pembaca tak mau meninggalkan buku ini sampai menyelesaikannya hingga akhir. Aroma penasaran dan surprise terus bergejolak di dalam cerita yang ditampilkan Dewi dalam kumpulan cerita dan prosa satu dekade yang drangkum dalam satu judul begitu menggugah mata anda “Filosofi kopi”. Kopi yang sehari-hari kita minum telah menjadi sebuah ide cemerlang yang dikemas apik dan menarik, bahasanya tak ruwet bahkan terang benderang dari pada buku-buku Dewi sebelumnya, Supernova.

Tidak hanya Filosofi kopi saja tapi cerita yang lainnya mampu merasakan begitu dalamnya pengalaman si penulis yang tersirat dalam karya-karyanya. Cerita yang dikumpulkan dari tahun 1995 (Rico De Coro), hingga tahun 2005 (Buddha Tar) ini memuat aforisme yang orisinil menunjukkan kemampuan si penulis dalam menggabungkan konseptualisasi dengan bahasa metafor yang abstrak maupun konkret. Sehingga mampu kita nikmati seperti merasakan nikmatnya minum secangkir kopi. Buku ini juga cocok bagi mereka yang memerlukan rasa nyaman, santai dan refleksi dari semua aktivitas yang seharian mereka geluti. Sehingga ada filosofi penulis yang tercantum dalam karya ini mengenai seputar hidup yang biasa kita jalani sekarang. Seperti ada asa dan semangat di baris kata-kata ini. “Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya”.

ipung s.a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s