Shin Suikoden


Data Buku

Judul Buku: Shin Suikoden

Jenis Buku : Novel Terjemahan

Genre: Fiksi

Penulis: Eiji Yoshikawa

Penerjemah: Jonjon Johana

Penerbit: Khansa Books

Cetakan: 1, Januari 2011

Bahasa: Indonesia

Tebal Buku: 486 Halaman

Dimensi Buku (Px L): 14 x 21 cm

Website resmi/email Penerbit: http://www.MahdaBooks.com

No ISBN : 978-602-97196-1

Harga buku : 69.800,-

Sinopsis::

Shi Shin, pemuda dengan rajah sembilan naga di tubuhnya, ahli tongkat yang meski mudah emosi, namun sangat menghargai pertalian antar lelaki sejati.

Ro Chi Shin, si pendeta bunga, mantan polisi militer dengan tubuh dan sikap bagaikan raksasa kasar, namun berhati lembut laksana bunga musim semi yang dirajah indah menakjubkan di pnggungnya.

Cendekiawan Go, guru kuil di desa yang tersohor ketajaman akal dan kepiawaiannya dalam membuat strartegi. Jalan hidup mereka beserta para pengemban tugas bintang lain. Yang semua berjumlah 108 orang bersinggungan di masa penuh kegelapan dan kesewenang-wenangan Dinasti Sou. Meski harus menempuh jalur di luar hukum yang berlaku, para bandit budiman titisan 108 bintang ini akan melakukan perubahan besar alias revolusi.

Suikoden yang biasa kita kenal dengan kisah batas air dan 108 pendekar merupakan karya besar kaslik Cina. Kisah ini sudah berkali-kali diadaptasi ulang ke dalam bentuk layar lebar, layar kaca, dan video games. Shin Suikoden adalah salah satu karya besar Eiji Yoshikawa, seorang maestro cerita petualangan dunia beladiri. Sebelumnya, Eiji menulis karya Taiko, Musashi yang tak kalah hebatnya. Karya ini adalah penulisan ulang yang menjanjikan untuk berkisah Suikoden. Ditulis dan diterjemahkan langsung dari bahasa Jepang oleh Jonjon Johana. Buku Suikoden terdiri dari dua buku, buku ini adalah buku pertama, karena ada lanjutan sambungan ceritanya pada bagian buku kedua. Buku ini membawa kita ke dalam jalinan cerita yang memikat dalam perjalanan hidup para pendekar untuk meresapi moral dibaliknya.

Karakter tokoh utama:

Shi Shin

Ro Chi Shin

Cendekiawan Go

Kaisar Jin Sou

Jenderal Kau Shin

Review buku

Di masa Dinasti Sou, Cina yang dipimpin oleh Kaisar Jin Sou terjadi banyak pergolakan. Salah satunya pergolakan politik. Banyak pejabat negara, salah satunya menteri Sai yang melakukan kesewenang-wenangan, membeli harta benda berfoya-foya demi istrinya, berikut korupsi uang rakyat untuk kepentingannya pribadi dan kekuasaannya. Sementara itu pendekar-pendekar di dunia persilatan melakukan pemberontakan yang terdiri atas 108 orang yang biasa disebut 108 bintang. Semuanya terdiri dari pendekar-pendekar yang memiliki visi dan misi demi membela keadilan rakyat kecil. Mereka berkumpul, berorganisasi untuk melengserkan pejabat-pejabat korup. Tiga orang yang berpengaruh adalah Shi Shin sang lelaki rajah Sembilan naga yang dijuluki naga sembilan, Ro Chi Shin sanga mantan polisi militer yang beralih menjadi pendeta bunga. Ro Chi Shin keluar dari polisi militer karena muak oleh perilaku pejabat-pejabat pemerintah Dinasti Sou yang berusaha menjilat kekuasaan kekaisaran Jin Sou yang berakibat pada kesengsaraan rakyat. Cendekiawan Go yang pandai mengatur strategi dalam bernegosiasi, ia tak suka dengan cara peperangan. Namun berhasil mengatur strategi pemberontakan terhadap Dinasti Sou. Ketiganya adalah otak perintis dari 108 pendekar yang siap memberontak kepada kekuasaan kaisar Jin Sou dan pejabat pemerintah yang korup.

Penulis-Eiji Yoshikawa cukup detail mengungkapkan ragam konflik dalam buku ini sehingga terlihat banyak adegan silat dan pertarungan satu lawan satu antara pendekar melawan polisi militer. Tak ketinggalan para bintang beladiri tersebut saling beradu ilmu dan membuktikan siapa yang paling jawara.

Hal itu membuat ingatan kita beralih pada penulis Indonesia, Seno Gumira Ajidarma dalam novel silatnya “Naga Bumi”. Di dalamnya juga bisa dilihat bagaimana silat, pertarungan tangan kosong dan olah ilmu beladiri menjadi sumber ketegangan dalam cerita. Ilmu beladiri dipakai untuk membela kaum lemah dari ketidakadilan penguasa. Begitu juga apa yang dibawa Eiji dalam Shin Suikoden yang mengisahkan kepahlawanan para pendekar yang menginginkan “revolusi” bagi kehidupan masyarakat dan pemerintahan Dinasti Sou. Namun perjuangan tidak mudah, banyak pendekar harus jatuh bangun melawan polisi militer Jenderal Kuo Shin yang lihai dalam memainkan intrik-intrik jahatnya. Banyak intrik siasat busuk yang dilakukan para pejabat yang saling oposisi, hingga tak segan menghalalkan segala cara untuk menghabisi lawan politiknya.

Dalam buku pertama Shin Suikedon, mengungkapkan perjuangan dari nol untuk menyatukan visi dan misi para pendekar 108 bintang yaitu revolusi terhadap Dinasti Sou, perencanaan ini dilakukan oleh Cendekiawan Go dan dilaksanakan oleh Ro Chi Shin dan Shi Shin, beserta 108 bintang lainnya. Perencaanan ini berhasil membuat ketakutan pejabat-pejabat korup Dinasti Sou , salah satunya menteri Sai. Tindakan martir dilakukan para pendekar yang merasa mewakili rakyat Sou untuk menggulingkan kekaisaran Jin Sou yang penuh sewenang-wenang dan intrik jahat di dalamnya. Bahkan bukan rakyatnya saja menjadi korban, sesame pejabat yang memiliki paham politik yang berbeda dari kekuasaan Sou terpaksa harus disingkirkan, salah satunya Rin Chu, sang pelatih bela diri kerajaan mau tidak mau terkena imbasnya oleh intrik jahat Dinasti Sou. Namun perlawanan belum berakhir, selalu saja ada pergolakan dan pemberontakan. Hal itu agar terwujud kesejahteraan rakyat Sou.

Namun, agaknya Eiji keasyikan bergulat pada tataran silat bela diri hingga kurang mengeksplorasi lebih jauh karakter watak tokoh-tokohnya. Ditemukan beberapa tokoh yang karakter wataknya belum “menjiwai” sebagai tokoh yang mendominasi cerita.

Terlepas dari itu, buku pertama ini merupakan perulangan cerita dari Suikoden atau karya besar klasik Cina. Buku ini mengajarkan tentang arti sebuah persahabatan sejati antara pendekar meski beda guru dan aliran namun tetap membela ajaran moral Tao, yaitu selalu menjunjung tinggi moral, keadilan dan kebenaran. Sementara itu, buku ini bisa menjadi alternatif referensi dari sekian banyak penulis Jepang yang telah eksis, yaitu novel memikat untuk dibaca dan rugi bila dibiarkan teronggok di rak toko buku. Selamat menikmati.

One response to “Shin Suikoden

  1. Ping-balik: SHIN SUIKODEN: Petualangan Baru Kisah Klasik Batas Air | LAMFARO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s