GKR Pembayun: Doakan Ayah Saya, Kuat!

BIODATA:
Nama kecil: Gusti Raden Ajeng Nurmalitasari
Nama setelah menikah: Gusti Kanjeng Ratu Pembayun
Tempat & tanggal lahir: Bogor, 24 Februari 1972
Nama Suami: Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro
Nama Anak: RAj. Artie Ayya Fatimasari dan RM Drasthya Wironegoro
Nama Ayah : Bendara Raden Mas Herjuno Darpito/ Sri Sultan Hamengkubuwana X
Nama Ibu: Tatiek Drajad Suprihastuti/BRA Mangkubumi/GKR Hemas
Nama Saudara:
1. GRA Nurmagupita/GKR Condrokirono (menikah dengan KRT Suryokusumo)
2. GRA Nurkamnari Dewi /GKR Maduretno (menikah dengan KPH Purbodiningrat)
3. GRA Nurabra Juwita
4. GRA Nurastuti Vijareni / GKR Bendoro (menikah dengan KPH Yudanegara )
Alamat Rumah: Jl. Suryomentaraman no. 29 Panembahan, Yogyakarta 55131

PENDIDIKAN :
• SD Marsudirini, Yogyakarta, Indonesia
• SMP Stella Duce, Dagen, Yogyakarta, Indonesia
• SMA Bopkri 1, Yogyakarta , Indonesia
• International School of Singapore, Singapore
• Cuesta College, San Louis Obispo, California, USA
• Cirus College, Covina, California, USA
• Griffith University, Brisbane, Queensland, Australia

PROFESI/PEKERJAAN :
• Komisaris Utama PT Madubaru (PG/PS Madukismo)
• Komisaris Utama PT Mataram Mitra Manunggal (BPR Mataram)
• Direktur Utama PT Yogyakarta Tembakau Indonesia (Industri Rokok) periode 2003-2008
• Komisaris Utama PT Yogyakarta Tembakau Indonesia
• Direktur Utama PT Yarsilk Gora Mahottama (Industri Sutera)

JABATAN DALAM ASOSIASI & ORGANISASI:
• Ketua Umum Karang Taruna Propinsi DIY tahun 2002–2012
• Ketua Umum BPD AKU Propinsi DIY tahun 2003-2011 (Asosiasi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera)
• Wakil Ketua International Association of Wild Silk Moth (asosiasi di Jepang) tahun 2003–2008
• Ketua Umum Koperasi AKU Sejahtera tahun 2005–2009
• Ketua Pembina Yayasan Royal Silk (Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Masyarakat di wilayah Karangtengah) tahun 2006–2010
• Wakil Ketua Asosiasi Masyarakat Sutera Alam DIY tahun 2002–2006
• Wakil Ketua ASEPHI DIY 2002-2006 (Asosiasi Handicraft)
• Ketua Asosiasi Masyarakat Persuteraan Alam Liar Indonesia 2006–2010
• Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia DIY 2006-2011

BERITA FEATURE:
GKR Pembayun: Doakan Ayah Saya, Kuat!

Pagi itu tepat pukul 09.00 Rabu 10 Oktober 2012 di halaman Gedung Agung, serombongan keluarga Sri Sultan Hamengkubuwono menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur. Terlihat Ibu GKR Hemas didampingi Putri Sulung Sri Sultan HB X, GKR Pembayun beserta keempat saudarinya, kompak seragam mengenakan busana kebaya warna kuning hijau pupus dan kain batik motif parang rusak warna dominan kecoklatan. Dan tak ketinggalan memakai hiasan ukel konde khas keraton Yogyakarta.
Keanggunan putri-putri Sri Sultan Hamengkubuwono menarik perhatian wartawan, salah satunya GKR Pembayun yang bisa diwawancara atas kesan pesannya bersamaan seremonial pelantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan KGPAA Paku Alam IX menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Selain menghadiri acara seremonial tersebut, setelah acara selesai, beliau, GKR Pembayun tidak lantas pulang namun menyempatkan hadir ke balai pagelaran Alun-Alun Lor untuk bersama-sama masyarakat sekitar, pedagang kaki lima, angkringan bertegur sapa, bernyanyi dan sambutan ucapan selamat atas pelantikan ayahnya sebagai Gubernur DIY periode 2012-2017.
Terlihat tak ada kecanggungan saat GKR Pembayun menyalami sambil berfoto bersama masyarakat, justru ada kedekatan antara putri raja Yogyakarta ini bersama ‘kawula”nya masyarakat DIY yang sebelumnya melaksanakan selamatan, acara makan bersama pesta rakyat di Alun-Alun Lor. Tak ada batasan, ataupun jarak antara Putri Sultan Hamengkubuwono X yang kerap disapa Mbak Sari itu.
Disana, ditengah masyarakat Yogya, GKR Pembayun memberi sambutan terkait pelantikan ayahanda Sri Sultan HB X menjadi Gubernur DIY dan komentar tentang UU Keistimewaan Yogya.
“Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas semua elemen masyarakat yang terlibat pada perjalanan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta ini yang telah berhasil mengukir sejarah kembali atas lahirnya UU No 13 tahun 2012 tentang pengesahan UU keistimewaan Yogyakarta ini,” ungkap putri sulung Sri Sultan HB X tersebut.
Dengan didampingi sang suami, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro, GKR Pembayun mengungkapkan atas keberhasilan UUK DIY sudah terlihat pengimplementasian dari UU No 13 tahun 2012 yang salah satu isi pasalnya pelantikan Gubernur dan Wagub DIY dilakukan langsung oleh presiden, akhirnya telah dilaksanakan dengan baik dan lancar tanpa suatu halangan.
Ibu dari RAj. Artie Ayya Fatimasari tersebut terkesan begitu bersemangat dalam komentarnya berkaitan pentingnya perhatian dan pengawalan UUK ini jelas arah implementasinya.
“Saya pribadi berharap pelantikan Gubernur dan Wakil gubernur beserta UU Keistimewaan ini tidak hanya seremonial semata, namun juga mendapat kepedulian dari masyarakat dan pemerintah DIY, jangan sampai hanya berupa teks undang-undang tanpa arah implementasi yang jelas. Masyarakat boleh memberi masukan terkait dengan UU keistimewaan ini, “ ujar pemilik nama kecil Gusti Raden Ajeng Nurmalitasari itu.
“Sekalipun sudah disahkan, tapi diperlukan pendalaman dalam mengupas tuntas permasalahan yang melanda DIY ini dengan UU keistimewaan itu diharap mampu memperbaiki dan memajukan kinerja badan legislatif dan eksekutif DIY,” tambahnya. GKR Pembayun juga mengajak masyarakat DIY untuk serius mewujudkan keistimewaan DIY ini dilihat dari segala aspek, pendidikan, politik dan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi sehingga terwujud ekonomi dan kesejahteraan rakyat sebagai kota budaya yang dinamis, dan pelajar yang cerdas, karang taruna yang berdaya saing, kreatif dan inovatif semua itu bertujuan membangun DIY yang maju dan mandiri.
“Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan dengan slogan istimewa, tidak hanya istimewa Sumber Daya Alam daerahnya saja, melainkan istimewa juga “orang-orangnya” yang sudah sepantasnya, kita nguri-nguri kebudayaan jawa ini dengan maksimal, meskipun di dalam lingkungan teknologi dan jaman serba maju dan modern ini,” ujarnya.
GKR Pembayun menyampaikan pada wartawan, terimakasihnya kepada rekan-rekan media dan seluruh masyarakat Yogyakarta yang masih turut serta terlibat dari awal sampai sekarang atas partisipasinya dalam mendukung UU Keistimewaan Yogyakarta. Dan telah mempercayakan amanah tugas melayani rakyat Yogya kepada Sultan HB IX yang baru saja di lantik sebagai gubernur DIY masa periode 2012-2017.
“Saya selaku putri beliau memohon doa tulus dari warga masyarakat DIY, agar perjalanan lima tahun mendatang ayahanda saya, Sri Sultan Hamengkubuwono X bisa kuat, dalam menjalankan amanah dari masyarakat agar berjalan dengan baik dan halus dan selalu didukung oleh warga masyarakat DIY seluruhnya, Saya ucapkan banyak terima kasih” ujar GKR Pembayun seusai memberikan sambutan di Alun-Alun Lor.
Terkait pelantikan Sultan HB X sebagai gubernur dan selaku ayahanda GKR Pembayun mengungkapkan kebahagiaannya. “Keluarga besar dan saya pribadi bahagia dan sekaligus bangga atas acara ini yang bisa dibilang termasuk momen bersejarah bagi masyarakat Yogja, yakni atas dilantiknya Sultan HB X dan pakualam IX menjabat gubernur dan wakil gubernur, kebahagiaan ini bukan hanya milik Sultan dan keraton ataupun Paku Alam namun sejatinya adalah milik masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta seluruhnya.
“Sri Sultan sekaligus Ayahanda saya, adalah sosok figur tegas dalam mendidik anak-anaknya, meskipun begitu selalu menampakkan kehangatan dan kelembutan di tengah-tengah keluarga,” ujarnya saat diwawancara. “Beliau humoris, suka bercanda dengan keluarga dan anak cucunya, sehingga paham benar kapan momen tepat, saat berbicara tentang masalah pemerintahan, atau saat ngobrol masalah keluarga,” tambahnya. (syaiful)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s