Hayya Alal Falah!

Hayya Alal Falah!

Image

Mesjid itu bernama Al Ikhlas, ia terletak di kampungku. Sebut saja Nogosari. Sepintas terdengar seperti nama makanan tradisional khas jawa, yang isinya berupa irisan pisang tipis di campur adonan dibentuk mirip kerucut dan dibungkus dengan daun pisang. Desa itu kecil, dan memiliki dua mesjid. Salah satunya mesjid Al Ikhlas. Dengan warna cat hijau tosca, dengan kubah bulan sabit, ia tegak kokoh berdiri. Diterangi lampu hias sederhana, dan luas area tempat pasujudannya. Sehingga berlembar-lembar karpet hijau melimpah menyelimuti keramik putih itu.

Di pojok paling belakang shaf, terdengar suara komat-kamit terdengar seperti wiridan. Telingaku stereo mendengarnya. Meskipun tak jelas bunyi makhroj-nya, suaranya mengalun lirih dan terus menerus melafalkan la ila ha illallah dan kalimat dzikir lainnya. Aku pun duduk di paling depan, soalnya waktu itu belum ada pembatas seperti hijab berwarna hijau yang biasa terhampar untuk membatasi shaf makmun pria maupun wanita. Tergambar jelas pemandangan itu, di atas sajadah yang sudah kehilangan motif kainnya, habis termakan usia dan gesekan dahi disujudnya, warna coklat berpendar dan di ujung-ujungnya sudah robek, wanita tua itu duduk Iftirasy—layaknya seperti akhir shalat. Dengan mukena yang lusuh dan kumal, Jarinya tak henti-hentinya memutar bulatan tasbih kayu setigi daratan coklat tua. Bibirnya bergetar, seolah tak mau berhenti diikuti kepala yang bergeleng-geleng mengikuti irama dzikir tahlil. Matanya terpejam.
Baca lebih lanjut

Sepotong Cerita Tukang Rosok

Sepotong Cerita Tukang Rosok

Sekitar tiga hari lalu. Datang ke rumah sambil menenteng tas ala mendring dan tangannya mendorong gerobak berisi barang-barang bekas, dari kertas bertumpuk, buram, lembar HVS lusuh, plastik bekas, botol-botol topi miring, puluhan botol anggur cap orang tua juga. selainnya kompor, sandal, sepatu bekas dan barang yang sudah dianggap bekas tak terpakai lagi.

Bapak itu biasa dipanggil Pak Suwito (samar). Di gudangnya ia bersama ketiga rekannya, satu lelaki dan dua wanita. Dengan rokok melesap di bibir keringnya, ia memilah-milah barang-barang bekas layak daur ulang, atau mungkin bisa dipilih buat dia sendiri. Beragam peninggalan baju bekas, jarik simbah putri, hingga pakaian kecil milikku yang tak terpakai. Namun di sini tak ada lelang, kami sepakat Pak Suwito boleh ambil itu barang tanpa harus ditimbang. Cuma barang lainnya harus ditimbang, buat beli masakan hari itu. Ia pun tersenyum.

Sambil memilah-milah, dikeluarkan timbangan unik, timbangan itu tidak pada biasanya kayak timbangan beras yang berat, susah dibawa ke sana kemari. Timbangan itu bentuknya seperti cangklongan, centhelannya seperti tangan palsu capten hook-musuh paterpan-. hahaha..timbangan itu hanya dijinjing dan seketika tergantung barang bekas itu lalu arah jarum timbangan itu turun-turun hingga angka sekian.
Baca lebih lanjut

GKR Pembayun: Doakan Ayah Saya, Kuat!

BIODATA:
Nama kecil: Gusti Raden Ajeng Nurmalitasari
Nama setelah menikah: Gusti Kanjeng Ratu Pembayun
Tempat & tanggal lahir: Bogor, 24 Februari 1972
Nama Suami: Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro
Nama Anak: RAj. Artie Ayya Fatimasari dan RM Drasthya Wironegoro
Nama Ayah : Bendara Raden Mas Herjuno Darpito/ Sri Sultan Hamengkubuwana X
Nama Ibu: Tatiek Drajad Suprihastuti/BRA Mangkubumi/GKR Hemas
Nama Saudara:
1. GRA Nurmagupita/GKR Condrokirono (menikah dengan KRT Suryokusumo)
2. GRA Nurkamnari Dewi /GKR Maduretno (menikah dengan KPH Purbodiningrat)
3. GRA Nurabra Juwita
4. GRA Nurastuti Vijareni / GKR Bendoro (menikah dengan KPH Yudanegara )
Alamat Rumah: Jl. Suryomentaraman no. 29 Panembahan, Yogyakarta 55131

Baca lebih lanjut

Indri: Syukurlah, Kandungan Saya Selamat

Wawancara dengan korban anjloknya kereta Pamreks.
Indri: Syukurlah, Kandungan Saya Selamat
SLEMAN – Beberapa waktu lalu, tepatnya Selasa (23/10) lalu sekitar pukul 15.55 Kereta Prambanan Ekspres (Prameks) nomor Lokomotif K320702 Jurusan Solo-Kutoarjo, tergelincir keluar perlintasan rel di Dusun Krajan Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun cedera luka dialami sekitar 42 orang termasuk Masinis dan Asisten Masinis. 32 orang dirujuk ke RS Panti Rini, dan 10 orang lainnya ke RS Bhayangkara.
Dua warga yang masih intensif dirawat di RS Panti Rini dan RS Bhayangkara karena terkait luka yang dideritanya. Meskipun demikian keduanya memberikan keterangan seputar tergulingnya kereta yang mereka tumpangi tersebut kepada Metroraya.
Seperti yang dialami Indri Kusuma (31) salah satu penumpang kereta Prameks yang sedang hamil 8 bulan tersebut mengungkapkan perasaan pasca anjloknya kereta yang membawanya sehari-hari ke tempat kerjanya di Solo.
“Saya sering naik kereta Prameks, bahkan sudah rutin, karena saya bekerja di Solo, di sebuah Yayasan Sosial Peduli Solo, saya nglaju dari Jogja sejak awal 2011 sampai sekarang,” ujar wanita yang menunggu kelahiran anak pertamanya tersebut.
Baca lebih lanjut

Mahmilkan Pelaku Tindak Kekerasan TNI AU

AKSI SOLIDARITAS JURNALIS SE-DIY
MENGECAM KEKERASAN TNI AAU KEPADA WARTAWAN
Mahmilkan Pelaku Tindak Kekerasan TNI AU
Di Yogya, Rabu (17/10), ratusan wartawan yang tergabung dalam Koalisi Jurnalis Yogyakarta (KJY) menggelar aksi solidaritas di depan monumen dirgantara milik TNI AAU dan dilanjutkan menuju Pangkalan TNI Angkatan Udara Adisutjipto.
KJY mengeluarkan surat pernyataan sikap atas tindak kekerasan terhadap jurnalis Riau Pos yang dilakukan oknum TNI AU. Hal itu terkait sejumlah oknum TNI Angktan udara yang sedang berada di evakuasi jatuhnya pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI AU di Kelurahan Tanah Merah, Kecamaran Siak Hulu, Kabupten Kampar Riau.
Aksi evakuasi yang seharusnya berjalan lancar dan damai namun tiba-tiba berubah kisruh ketika kamera wartawan fotografer Riau Pos, Didik Hermanto dirampas oknum TNI AU berseragam dinas lengkap berpangkat Letkol. Beberapa jurnalis lain yang sedang bertugas meliput juga terkena imbasnya, diantaranya Febrianto Budi Anggoro (Antara), Dewo (Riau tv), Fakhri kameramen (Riau Tv) dan Muhammad Arifin Kontributor (Tv one) Pekan Baru.
Gambar video yang diambil di lapangan, jelas menggambarkan aksi arogan tersebut, dimana wartawan dipukul, dicekik, diinjak-injak dan ditendang oleh oknum TNI AU. Dalam rekaman video itu, terbukti jelas pengamanan tidak sesuai prosedur, soalnya masyarakat sipil pun juga diperbolehkan melihat dan tak ada pengawalan ketat, bahkan tindak kekerasan ini dilakukan di depan sipil dan anak-anak yang sedang melihat pesawat jatuh tersebut. Sikap arogan dan rasa curiga terlihat kentara dilakukan oknum TNI AU karena, meskipun kamera wartawan akhirnya dikembalikan namun kaset telah hilang. Sedangkan kamera dalam kondisi rusak.
Baca lebih lanjut

Malioboro Menyongsong Pedestrian

Malioboro Menyongsong Pedestrian

Malioboro sebagai jalur pedestrian sudah direncanakan sejak tahun 1999-2000 silam, namun kenyataannya selama kurun waktu 10 tahun, realisasinya masih belum maksimal. Hal itulah yang diungkapkan Heru Sutomo selaku Ketua Dewan Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM saat ditemui di kantornya (12/10). “Kami telah melakukan studi bberkaitan penataan pedestrian di Malioboro dalam project YUIMS (Yogyakarta Urban Infrastruktur Management Services) yang dibantu oleh konsultan dari Swiss untu memperhitungkan sejauh mana dampak ekonomi, traffic bahkan parkirnya,” ujar Heru.
“Namun sampai kini pemerintah kota dalam implementasi itu masih stagnan, jalan ditempat, maka dari itu saya berharap Pemerintah Kota memperhatikan serius dalam mewujudkan Malioboro sebagai jalur pedestrian,” tambahnya.
Penelitian PUSTRAL terkait Pedestrian ini agar pejalan kaki nyaman di area sepanjang Malioboro, yakni dengan membuka jalan di seputar Malioboro. “ Akses pejalan kaki dibuka dari mulai Jalan Mataram, Jalan Abu Bakar Ali, sampai Pasar Kembang ke selatan, Jalan Bayangkara sampai Jalan Suryotomo, itu semuanya tidak boleh parkir, karena jalan itu khusus untuk orang berjalan,” ungkap Heru.
Baca lebih lanjut

Wujudkan Konservasi Air

Wujudkan Konservasi Air
Pembangunan Embung Serut masih berjalan
Sleman – Kekurangan air merupakan momok mengerikan bagi masyarakat di wilayah yang sering dilanda musim kekeringan. Upaya penanggulangan krisis air menjadi perhatian utama Pemerintah Daerah Sleman dan Pemerintah Daerah Gunungkidul.
Pembangunan Embung Serut melibatkan kerjasama antara Pemerintah Daerah Sleman dan Gunungkidul dengan Kementrian Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.
Lurah Desa Gayamharjo Sugiyanto mengatakan pembangunan Embung Serut mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat Serut dan Kalinongko kidul sekitarnya. Hal ini bisa menambah penghasilan masyarakat.
Baca lebih lanjut